Satpol PP : "Hindari Konflik dengan Masyarakat Selama Penegakan PPKM"

Diposting pada : Senin, 02 Agustus 2021 - 09:23:14

Oleh : Admin Satpol PP

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalimantan Utara (Kaltara) Karaca Patulak mengatakan, petugas Satpol PP selalu diingatkan untuk mengantisipasi munculnya konflik dengan masyarakat selama penegakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Satpol PP Kaltara, sebut dia, menjalankan tugas sesuai Instruksi Gubernur Kaltara Nomor 370/2510/BPBD/GUB Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Covid-19 di Wilayah Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan.

Serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 di Wilayah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung.

“Secara teknis, kita tetap melakukan pengawasan yang ketat. Namun dilaksanakan secara santun dan humanis. Jadi meminimalisir adanya ketegangan dengan masyarakat dan pelaku usaha,” kata Karaca, Selasa (27/7/2021).

Sebelumnya, Satpol PP Kaltara telah menjalankan tugasnya dengan membantu Satpol PP di kabupaten/kota. Termasuk dengan bersinergi bersama instansi terkait. Seperti dari TNI, Polri, BPBD dan lainnya.

“Kita sama-sama saling bersinergi. Kita telah membantu memonitor di daerah yang diterapkan PPKM mikro maupun tidak. Kemudian dilanjutkan dengan saat ini dimana seluruh wilayah ditetapkan PPKM, mulai dari level 3 sampai 4,” jelasnya.

Pembinaan dan sosialisasi agar masyarakat patuh dan tertib akan rutin dilakukan. Khususnya di fasilitas-fasilitas umum. Seperti pasar, tempat olahraga, warung makan, kafedan lainnya.

Ia berharap semua pihak dan masyarakat senantiasa bisa bekerja sama untuk mendukung penerapan PPKM tersebut.

Ia menjelaskan, anggota Satpol PP kabupaten/kota juga telah diingatkan mengedepankan sisi humanis dalam menjalankan tugasnya.

Satpol PP harus mengutamakan tindakan persuasif dan pendekatan humanis. Sehingga, ketegangan dengan masyarakat bisa dihindari semaksimal mungkin.

“Kita memang bertugas mendisiplinkan masyarakat. Tapi petugas di lapangan harus betul- betul melaksanakannya dengan cara-cara persuasif dan sikap yang humanis. Upaya koersif adalah upaya terakhir jika memang sangat-sangat diperlukan,” paparnya.

Di tengah polemik ketegangan Satpol PP dengan masyarakat di sejumlah daerah di luar Kaltara, Karaca mengatakan, tidak ada gejolak yang terjadi di tengah masyarakat selama penegakan aturan yang dilakukan Satpol PP.

Kegiatan pengawasan cenderung berjalan kondusif.

“Semua berjalan dengan baik. Kita tidak sampai melakukan penertiban dengan kasar, semua dilakukan secara humanis. Kalau tidak pakai masker, kita kasih. Kalau berkumpul, kita ingatkan jaga jarak dan tidak terlalu larut malam,” pungkasnya.